Rabu, 23 September 2020

Hidup dalam perspektif masa depan

Kamis, 24 September 2020

Hidup dalam perspektif masa depan

Mikha  4:12  Tetapi mereka itu tidak mengetahui rancangan TUHAN; mereka tidak mengerti keputusan-Nya, bahwa Ia akan menghimpunkan mereka seperti berkas gandum ke tempat pengirikan.

Ada hal-hal yang Tuhan nyatakan bagi kita dan ada yang Tuhan sembunyikan bagi kita. Khususnya hal-hal di masa yang akan datang. Ada hal di masa depan yang Tuhan singkapkan kepada umatNya. Tuhan menyingkapkan kepada umatNya tentang keselamatan di masa yang akan datang, tentang hidup yang kekal, tentang kedatangan Kristus yang kedua kalinya, tentang penghakiman.  

Ketika Tuhan mengungkapkan masa depan ini tentu saja, tujuan-Nya bukan untuk sekadar memuaskan keingintahuan kita. Dia ingin kita mengubah perilaku kita saat ini karena apa yang kita ketahui tentang masa depan.  Kekekalan itu dimulai sekarang ini. Kekekalan dijalani dalam hidup kita saat ini karena apa yang kita lakukan hari ini berkaitan dengan kekekalan kelak. 

Kita yang mengerti rancangan Tuhan , jalanilah hidup yang  sesuai dengan rancangan Tuhan tersebut. Rncana Tuhan bagi para pengikutnya harus memotivasi kita untuk melayaninya, tidak peduli apa yang mungkin dilakukan oleh orang lain di dunia.


Doa

Bapa, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuanMu,  Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan Mu dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Mu. Kiranya apa yang Tuhan singkapkan kepada kami di dalam FirmanMu kami jalani dengan setia pada hari ini. Apa yang kami ketahui tentang hari depan, sungguh mengubahkan hidup kami pada hari ini


Pdt. Johannis Trisfant 

Senin, 21 September 2020

Kecepatan (Mikha 1:13)

Selasa, 22 September 2020

Kecepatan (Mikha 1:13)

Mikha  1:13  Pasanglah kuda teji pada kereta, hai penduduk Lakhis! Inilah permulaan dosa bagi puteri Sion, sebab padamulah terdapat pelanggaran Israel.

Lakhis disuruh memasang kuda teji, atau kuda yang tercepat karena peperangan akan segara dimulai.  Mereka disuruh lari sejauh mungkin dari musuh. Penghukuman akan diberikan Allah atas Lakhis. Orang yang mendengarkan firman Tuhan ini  dan lari dengan memaka kuda yang cepat, tentu saja akan selamat, tetapi orang yang tidak mau mendengarkan Tuhan, mereka akan mengalami penghukuman tersebut. Mereka harus lari secepat yang mereka mampu dari musuh yang akan datang. 

Kecepatan bukan hanya ada di zaman sekarang ini. Zaman dulu juga kecepatan itu sudah dicari dan diusahakan. Kecepatan dalam perang, kecepatan informasi. Itu sebabnya mereka memiliki kdua-kuda yang dapat berlari dengan cepat dan tidak lelah. 

Kita memang mesti cepat dalam semua urusan kita, pekerjaan dan pelayann kita. Kecepatan tidak berarti terburu-buru dalam kebingungan, tetapi keahlian yang cekatan, ketepatan yang terampil. Seperti yang dikatakan Shakespeare, "Apa yang dilakukan orang bijak dengan cepat, tidak dilakukan dengan gegabah."  Semakin cepat Anda semakin banyak yang akan Anda capai. Orang yang ahli akan mencapai lebih banyak dalam satu jam daripada orang yang lambat dalam sehari.  Semakin cepat kita, semakin kita bisa bersaing dalam usaha.   Semakin cepat kita, semakin banyak yang akan Anda capai.  

Namun hal yang sangat penting bagi kita untuk cepat adalah dalam urusan Spiritual. Kita mesti cepat dalam pertobatan kita. Kita mesti cepat dalam pertumbuhan rohani kita. Kita mesti cepat dalam menjangkau jiwa bagi Tuhan. Kita tidak boleh lamban dalam bekerja bagi Tuhan 

 Doa

Tuhan , kami bersyukur kepada Mu karena masih diberikan kesempatan, Kami sadar bhwa waktu kami di dunia ini terbatas. Dan kami tidak boleh berlambat-lambat dalam mengerjakan pekerjaanMu, dan tidak boleh menunda dalam pertobatan kami

Pdt. Johannis Trisfant

Jumat, 18 September 2020

Allah menghajar Yunus

Sabtu, 19 September 2020


Allah menghajar Yunus

Yun  4:7  Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu.

Allah memakai kedaulatannya dalam menghajar Yunus. Satu ciri dari kitab Yunus ini adalah perkataan ”atas penentuan TUHAN”. Kita lihat Yunus 1: 17 ,” maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan. Yunus 4:6 ,”Lalu atas penentuan TUHAN Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak melampaui kepala Yunus. Yunus 4: 7,” Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu. Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus 

Kalimat ,”atas penentuan TUHAN” dipakai secara berulang. Kata itu dipakai untuk apa? Untuik menghajar dan mengajar Yunus. Allah menghajar Yunus dengan memakai kedaulatanNya. Ketika ikan besar datang menelan Yunus, dan Yunus tinggal dalam perut ikan selama 3 hari, adalah sesuatu hal yang mustahil. Demikian juga ketika pohon jarak  tumbuh dalam semalam, adalah sesuatu hal yang mustahil juga. Ketika datang ulat dan mematikan pohon jarak itu dalam tempo semalam juga sebenarnya hal yang sangat jarang terjadi bahkan mustahil. Saya tidak pernah melihat sebuah pohon yang sehat mati dalam semalam oleh karena ulat. Namun kita melihat bahwa hal-hal yang mustahil itu terjadi atas diri Yunus karena ketidaktaatannya, karena Yunus tidak bertobat.

Allah memiliki 1001 macam cara untuk menghajar anak-anakNya.  Dia bisa menghajar kita, dengan melakukan hal-hal  yang tidak mungkin terjadi MENJADI  mungkin terjadi atas hidup kita.

Tuhan bisa melakukan muzizat untuk menghajar hamba-hambanya yang bandel. Jika saudara sudah lama ikut Tuhan tanpa hati yang bersukacita, hanya bersungut-sungut, maka siap-siap lah mengalami hal hal yang mustahil. Muzizat itu bukan hanya peristiwa penyembuhan, pemulihan, tetapi juga peristiwa perusakan yang tidak masuk akal yang bertentangan dengan hukum Alam.


Doa

Kami ingin sungguh-sungguh melayaniMu Tuhan dan tidak mau membuat Tuhan murka atas kami. Tolonglah kami untuk tidak mempermainkan kemurahanMu. Berikan kami pertobatan dan kesungguhan hati untuk melayaniMu


Pdt. Johannis Trisfant

Kamis, 17 September 2020

Yunus “bersukacita”

Jumat. 18 September 2020
 

Yunus “bersukacita”
  
Yunus 4: 6   Lalu atas penentuan TUHAN Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak melampaui kepala Yunus untuk menaunginya, agar ia terhibur dari pada kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu 
Kita tahu bahwa Yunus marah karena bangsa Niniwe bertobat. Dalam kermarahannya, dia keluar meninggalkan kota Niniwe dan tinggal disebelah timurnya. Yunus duduk dibawah pondok yang didirikannya untuk menantikan apa yang terjadi dengan kota Niniwe. Yunus menantikan hendak melihat apa yang terjadi dengan kota itu setelah Allah mengampuni mereka. Dia mungkin berharap bahwa Allah akan berubah pikiran.  

Dan ketika dia sedang menantikan hal itu, Tuhan menumbuhkan pohon Jarak untuk menaungi dia. Yunus 4:6 menuliskan seperti ini ” Lalu atas penentuan TUHAN Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak melampaui kepala Yunus untuk menaunginya, agar ia terhibur dari pada kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu

Bagaimanakah reaksi Yunus ketika pohon jarak itu tumbuh dan menaungi dirinya? ayat 6 b: Yunus sangat bersukacita'  Kalau saudara baca dengan teliti kitab Yunus ini, maka hanya pada ayat 6 b inilah dikatakan Yunus bersukacita. Dari awal ketika dia diutus, kemudian dia lari, kemudian masuk dalam perut ikan, lau dikeluarkan dari dalam perut ikan, kemudian diutus lagi ke niniwe, lalu berkotbah dia tidak pernah bersukacita. Baru kali ini ketika pohon jarak tumbuh menaungi dia, dia merasa sukacita. 

Yunus tidak bersukacita ketika diutus pergi ke Niniwe. Apalagi ketika berada dalam perut ikan, dia tidak ada sukacita. Ketika diutus kembali untuk kedua kalinya, dia pun tetap tidak sukacita. Pelayanan itu dilakukannya tanpa sebuah sukacita yang mendalam. Sukacitanya baru muncul ketika dia dinaungi oleh pohon jarak. Ini adalah contoh dari orang kristen yang mementingkan diri sendiri. Kalau melakukan sesuatu untuk orang lain, untuk pelayanan, untuk gereja maka tidak ada sukacita. Katanya: hambar. Tetapi kalau apa yang dilakukannya itu memberikan keuntungan buat dia , memberikan kenyamanan, maka dia akan penuh sukacita. Kalau orang lain yang diberkati, maka mukanya masem. Mukanya baru akan cerah kalau dirinya yang diberkati. sifatnya EGOSENTRIS

Doa

Ampunilah kami ya Tuhan, kalau kegemberiaan kami pun adalah kegembiraan yang egois. Kami tidak pernah gembira karena orang lain diberkati. Kami gembira hanya ketika kami diberkati. Singkirkanlah hati yang egois seperti ini




Pdt. Johannis Trisfant 

Rabu, 16 September 2020

Being or Doing

Kamis, 17 September 2020

Being or Doing

Yun 4:2-3  Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.  (3)  Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup."


Pelayanan berhasil, tetapi sang pelayan sendiri ingin mati.   Mengapa sampai Yunus ingin mati? Padahal persoalannya sederhana sekali. Orang bertobat, koq dia pengen mati? Ada penafsiran yang mengatakan bahwa Yunus merasa malu, karena berita penghukuman Allah yang disampaikannya ternyata tidak terjadi, sebab bangsa Niniwe bertobat. Yunus egois sekali dalam hidup dan pelayannya. Dia bukan melayani lagi Tuhan tetapi melayani diri sendiri. 

Disini kita belajar, bahwa pelayanan adalah being bukan sekedar doing. Mengatakan diri sebagai seorang pelayan Tuhan serta melakukan berbagai perbuatan (doing) dan kegiatan rohani, memang tidaklah terlalu sulit. Namun, hal itu tidak menjamin keberadaan (being) orang tersebut. Inilah yang dilakukan oleh Yunus. Dia melakukan doing, penginjilan, namun  tidak menjamin keberadaannya sebagai seorang penginjil . Yunus hanya melihat penginjilan kepada bangsa niniwe adalah kewajiban. Setelah selesai, bereslah kewajibannya. Kewajiban pasti berakhir, sedangkan Pelayanan tak bernah berakhir. 


Doa

Ya Tuhan, kiranya orang-orang yang kami layani itu tertulis di dalam hati kami. Tuntunlah kami melayani bukan karena sekedar sebuah kewajiban, tetapi karena kasih ada di dalam hati kami 

Pdt. Johannis Trisfant 
 


kebahagiaan orang benar

kebahagiaan orang benar

Selasa, 15 September 2020

Aktivitas agama yang tanpa hati, tidak akan menjadi berkat buat kita.

Rabu, 16 September 2020

Aktivitas agama yang tanpa hati, tidak akan menjadi berkat buat kita.


Yun 4:1  Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia.

Ketika Yunus memberitakan tentang penghukuman Tuhan atas Niniwe, terjadi hal yang menakjubkan, yakni semua orang-orang di Niniwe bertobat, dari raja sampai rakyatnya. Orang lain mendapatkan berkat melalui pelayanan Yunus, namun Yunus sendiri tidak mendapatkan berkat lewat pelayanannya. Dia justru marah dan kesal. Hatinya tetap hambar. Dia tidak ada sukacita bahkan hatinya penuh dengan kejengkelan dan kejahatan. 

Dalam Yunus 4:1 , dituliskan bahwa hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia. Apanya yang mengesalkan hati Yunus? Hal apa yang membuat dia marah dan kesal? .

Yunus kesal karena Allah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang dirancangkan dan tidak jadi menghukum Niniwe. 

Kekesalannya ini bukan kesal seperti saudara  kesal karena jalan macet. Kekesalan Yunus adalah kekesalan yang sangat kesal. Terjemahan hurufiah dari kemarahan Yunus , “ But it was evil to Jonah with great evil.". Kemarahan dan kekesalan Yunus ini sudah membuatnya jahat dan melakukan kejahatan yang besar

Istilah jahat yang pernah dipakai untuk bangsa Niniwe dalam Yunus 1:2 sekarang dipakai untuk Yunus. 

 It was evil to Jonah with great evil

Yunus jahat dengan kemarahannya itu. Dengan menolak karakter dan tindakan Allah yang memberikan pengampunan kepada Niniwe, maka Yunus menarik dirinya dari persekutuan dengan Allah. Orang lain dibawa dekat kepada Allah, justru Yunus yang semakin jauh dari Allah.  Orang lain bertobat dari kejahatannya, justru Yunus berubah menjadi lebih jahat dari orang-orang Niniwe. Orang lain mendapatkan berkat, tetapi dirinya sendiri tidak mendapatkan apa-apa. MENYEDIHKAN. 


Aktivitas agama, termasuk pelayanan yang tanpa hati tidak akan menjadi berkat buat kita.  

Doa

Kami tidak ingin memiliki sikap hati yang seperti Yunus. Berikan kepada kami hati yang mengasihi ketika kami melakukan pelayananMu ya Tuhan. Janganlah kami berubah menjadi jahat dalam pelayanan kami

Pdt. Johannis Trisfant

Di Balik Kedok Kesalehan (Kolose 2:23)