Kamis, 27 Agustus 2020

Pengakuan dosa

Jumat, 28 Agustus 2020


Pengakuan dosa


Hos 5:15 Aku akan pergi pulang ke tempat-Ku, sampai mereka mengaku bersalah dan mencari wajah-Ku. Dalam kesesakannya mereka akan merindukan Aku:

Kita sering merasa seolah-olah Tuhan menjauh dari kita. Jauhnya Tuhan dari kita hanya terdiri dari garis batas antara ketidakhadiran dan kehadiran, "sampai kita mengakui dosa kita

Bagaimana pengakuan dosa itu dilakukan?

(1) Mengaku kepada Tuhan. Lakukan dengan hati yang remuk

(2) Buatlah pengakuan dosa yang khusus. Sebutkan semua hal secara mendetail kepada Tuhan

(3) Pada saat yang sama sadarilah dan jangan ragu bahwa dosamu diampuni oleh Tuhan

(4) Cobalah wujudkan pengakuan itu, dengan melakukan hal-hal yang kudus yang berbeda dari dosa yang sudah saudara lakukan.

(5) Pengakuan yang benar kepada Tuhan akan selalu disertai dengan, dan akan selalu menghasilkan, keinginan untuk membuat pengakuan kepada manusia. Mengaku kepada manusia pada umumnya adalah hal yang jauh lebih sulit daripada mengaku kepada Tuhan karena itu membawa rasa malu dan karena manusia jauh lebih keras dalam penilaian mereka daripada Tuhan. Pengakuan kepada Tuhan akan membawa serta rahmat yang akan memungkinkan kita, dan membuatnya lebih mudah, untuk pergi dan mengaku kepada manusia.



Doa

Tuhan kami percaya akan firmanMu bahwa ketika kami mengaku dosa kami, maka Tuhan adalah setia dan adil dan akan mengampuni kami dan akan menyucikan kami. Ampunilah segala dosa pelanggaran kami. Pimpinlah kami untuk hidup dalam kekudusan

Pdt. Yohannis Trisfant

Rabu, 26 Agustus 2020

Diikat oleh Tuhan dalam kesetiaan

Kamis, 27 Agustus 2020 


Diikat oleh Tuhan dalam kesetiaan



Hos 2:19-20 Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN. (20) Maka pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mendengarkan langit, dan langit akan mendengarkan bumi. 

Tuhan mengikat kita pada diri-Nya dalam kebenaran, keadilan, kasih sayang, dan kesetiaan-Nya yang sempurna. Dalam ayat ini, Tuhan mengumumkan pertunangannya dengan Israel. Pertunangan di zaman Hosea lebih dari sekadar kesepakatan sederhana untuk menikah. Itu adalah pertunangan yang mengikat, komitmen yang mendalam antara dua keluarga untuk masa depan, hubungan permanen.

Kita diikat kepada Tuhan berdasarkan kepada belas kasihanNya, bukan karena jasa kita. Allah dengan murah hati telah menerima kita, mengampuni kita, dan menarik kita ke dalam hubungan dengan diriNya sendiri. Dalam hubungan itu kita memiliki persekutuan pribadi dan intim dengannya. 

Janganlah merusak relasi yang intim ini dengan dosa. Tetapi jadikanlah persekutuan yang intim dengan Tuhan ini sebagai kesempatan untuk mengenal Tuhan lebih dalam lagi 

Doa 

Bapa yang mengasihi kami dengan kasih yang kekal. Kami bersyukur untuk ikatan perjanjian yang boleh kami miliki dengan Tuhan. Tolonglah kami untuk tetap setia kepada Mu dan semakin memiliki persekutuan pribadi yang erat dengan Tuhan


Pdt. Yohannis Trisfant

Selasa, 25 Agustus 2020

Kematian adalah istirahat

Rabu, 26 Agustus 2020


Kematian adalah istirahat


Dan 12:13 Tetapi engkau, pergilah sampai tiba akhir zaman, dan engkau akan beristirahat, dan akan bangkit untuk mendapat bagianmu pada kesudahan zaman." 

Ada sebuah keanehan yang terjadi di dalam hidup manusia, yakni hal yang paling pasti adalah hal yang paling kita lupakan. Apakah itu hal yang paling pasti? Kematian. Dan inilah yang paling kita lupakan. Kita mengabaikan yang paling menonjol dan melupakan satu-satunya fakta pasti tentang masa depan kita. 

Kematian itu hanyalah tempat beristirahat. Perhatikan kalimat dalam Daniel 12:13, dan engkau akan beristirahat. Seharusnya kalimat ini menghilangkan ketakutan akan kematian, karena di dalam Kristus, mati hanyalah istirahat. Hidup ini melelahkan dan kematian merupakan istirahat, istirahat penuh dari kepala sampai kaki. 

Istirahat ini tidak lama, karena akan bangkit kembali, akan bangun lagi untuk menerima bagian kekal kita di dalam Kristus Yesus . 
Kesetiaan kita kepada Tuhan tidak pernah sia-sia. Setelah kita bekerja bagi Tuhan, hidup bagi Tuhan dalam dunia ini sampai lelah, kita akan beristirahat dan kelak kita akan dibangkitkan untuk menerima bagian kita pada kesudahan zaman 

Doa 

Ya Tuhan, tolong kami agar tidak merasa takut dengan kematian, karena di dalam Kristus , kematian hanyalah istirahat dimana setelah itu kami akan dibangkitkan. Kiranya waktu yang kami miliki hari ini, kami gunakan sebaik mungkin untuk bekerja dan hidup bagi Tuhan. 

Pdt. Yohannis Trisfant

Senin, 24 Agustus 2020

Bercahaya seperti Bintang-bintang di langit

Selasa, 25 Agustus 2020 

Bercahaya seperti Bintang-bintang di langit

Dan 12:3 Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

Banyak orang mencoba menjadi bintang di dalam dunia hiburan, ingin tenar dalam dunia ini. Namun disini Firman Tuhan mengajarkan kepada kita agar menjadi bintang kekal yang bercahaya selama-lamanya. 

Menjadi bintang yang seperti ini hanya dapat diperoleh oleh mereka yang bijaksana, atau orang yang saleh, yang telah melayani Tuhan, yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran dan menaati perintah-perintah-Nya. Ketika kita hidup dalam kesalehan, maka Firman Tuhan mengatakan bahwa kita akan bersinar seperti cahaya cakrawala. Kita akan menjadi seperti bintang yang terang dan indah. 

Apakah yang kita usahakan pada hari ini? Menjadi bintang dunia atau menjadi bintangnya Allah ? 

Doa

Tuhan, kiranya terang kami semakin bersinar dari hari ke sehari. Tolonglah agar kami tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kami bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,


Pdt. Johannis Trisfant

Minggu, 23 Agustus 2020

Siap sedialah terhadap Penghakiman Allah kelak

Senin, 24 Agustus 2020 



Dan 7:10 suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab. 

Daniel melihat Tuhan menghakimi jutaan orang saat mereka berdiri di hadapanNya. Kelak, kita semua harus berdiri di hadapan Tuhan Yang Mahakuasa dan mempertanggungjawabkan hidup kita. 

Wahyu 20:12 Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. 

Wahyu 20:13 Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya.


Jika hidup saudara dihakimi oleh Tuhan hari ini, apakah saudara siap menghadapinya? Kita harus hidup setiap hari dengan kesadaran penuh bahwa kita akan tampil di hadapan Tuhan untuk mempertanggungjawabkan hidup kita. Jika kita hidup dengan kesadaran seperti ini, maka kita akan menjalani hidup kita dengan hati-hati dan dengan baik


Berada di hadapan Pengadilan di dunia ini saja sudah menakutkan ketika kita duduk sebagai terdakwa, apalagi berada di hadapan Pengadilan Allah. Mari kita selalu memohon belas kasihan Tuhan agar bisa hidup seturut kehendakNya setiap hari 

Doa


Ya, Tuhan, tuntunlah kami pada hari ini untuk hidup seturut kehendakMu, hidup menyenangkanMu. Segala motivasi kami, Tuhan murnikan. Berikanlah kepada kami hati yang takut akan Allah, hati yang gentar terhadap penghakiman Allah yang kelak akan menghakimi seluruh manusia. 

Pdt. Yohannis Trisfant

Jumat, 21 Agustus 2020

Memiliki kesaksian yang baik

Sabtu, 22 Agustus 2020 

Dan 6:26-27 Kemudian raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya: "Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu! (27) Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir.


Daniel hidup dan berada di dalam pemerintahan pada zaman Nebukadnesar, Belsyazar dan Darius. Pada waktu zaman Nebukadnezar, kesaksian Daniel membuat Nebukadnezar mengakui Allah Israel. Dan kembali pada zaman Darius, raja Media-Persia memerintah, Darius juga yakin akan kuasa Tuhan karena Daniel setia dan Tuhan menyelamatkannya dari gua singa. Meskipun Daniel ditawan di negeri asing, pengabdiannya kepada Tuhan adalah kesaksian bagi para penguasa yang berkuasa saat itu. 

Ketika saudara berada dalam lingkungan yang baru, gunakan kesempatan ini untuk bersaksi tentang kuasa Tuhan dalam hidup saudara. Setialah kepada Tuhan agar saudara dipakai untuk memberikan pengaruh pada orang lain. 

Doa 

Tuhan yang mulia,hanya untuk Mu lah kemuliaan dan kekuatan. Kiranya kemuliaanMu nampak dan dinyatakan dalam hidup kami. Berikanlah kepada kami kesetiaan, agar namaMu dipermuliakan dalam pekerjaan kami. 


Pdt. Yohannis Trisfant 

Kamis, 20 Agustus 2020

TETAPLAH PERCAYA

Jumat, 21 Agustus 2020



Dan 6:17 Sesudah itu raja memberi perintah, lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa. Berbicaralah raja kepada Daniel: "Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau:18 Maka dibawalah sebuah batu dan diletakkan pada mulut gua itu, lalu raja mencap itu dengan cincin meterainya dan dengan cincin meterai para pembesarnya, supaya dalam hal Daniel tidak dibuat perubahan apa-apa. (19) Lalu pergilah raja ke istananya dan berpuasalah ia semalam-malaman itu; ia tidak menyuruh datang penghibur-penghibur, dan ia tidak dapat tidur. (20) Pagi-pagi sekali ketika fajar menyingsing, bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa; (21) dan ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu. Berkatalah ia kepada Daniel: "Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?" (22) Lalu kata Daniel kepada raja: "Ya raja, kekallah hidupmu! (23) Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan." (24) Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya. 

Ada banyak Singa di pedesaan dan hutan Mesopotamia, dan orang-orang sangat takut kepada singa-singa tersebut. Raja-raja seringkali berburu singa untuk olahraga. Janganlah punya olaharga seperti ini. Mending jalan kaki saja. Persia menangkap singa, memeliharanya di taman besar. Disitu singa-singa tersebut diberi makan dan dirawat. Singa juga digunakan untuk mengeksekusi orang. Dan ini dilakukan atas diri Daniel


Tetapi Tuhan memiliki berbagai macam cara untuk menyelamatkan umat-Nya, cara-cara yang tidak dapat kita bayangkan. Oleh karena itu kalau pun mengalami ancaman seperti yang dialami oleh Daniel, maka janganlah menyerah, karena Tuhan memiliki kuasa dan rencana yang tidak kita ketahui. Pada saat itu, Tuhan menutup mulut singa. 


Hal yang paling penting adalah percayalah kepada Tuhan. Tuhan pasti tahu cara terbaik yang akan Dia lakukan dalam hidup kita. Orang yang percaya pada Tuhan dan menuruti kehendakNya tidak akan tersentuh oleh apapun sampai Tuhan mengijinkannya.


Mempercayai Tuhan berarti memiliki kedamaian yang tak terukur. Tuhan, yang membebaskan Daniel, akan membebaskan juga saudara.. Apakah saudara mempercayai Dia dalam hidup saudara ?


Doa


Ya, Tuhan Engkau yang empunya, Kuasa dan Kemuliaan. RencanaMu tak terpahami oleh manusia. Engkau membebaskan dengan cara yang tidak terduga. Berikanlah kepada kami iman untuk percaya kepada Mu dalam kondisi apapun itu. Kami yakin, Tuhan merencanakan dan akan melakukan yang terbaik bagi kami 

Pdt. Yohannis Trisfant 

Di Balik Kedok Kesalehan (Kolose 2:23)