Jumat, 04 September 2020

Kelaparan akan Firman Tuhan

Sabtu, 5 September 2020 

Kelaparan akan Firman Tuhan



Amos 8:11 "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN. 

Terkadang kita gagal menghargai berkat Allah karena saking terbiasanya dengan berkat tersebut. Apakah kita masih menghargai matahari, oksigen yang setiap hari Tuhan berikan kepada kita ? Kita setiap hari menikmatinya dan karena setiap hari mendapatkan dan menikmati, maka kita sudah tidak peduli lagi dan tidak bersyukur untuk berkat tersebut


Demikian juga dengan Firman Tuhan , kita setiap hari mendapatkan Firman Tuhan , setiap minggu mendapatkan kotbah, dan karena saking terbiasanya, maka kita seringkali dicobai untuk tidak menghargai lagi Firman Tuhan tersebut. 

Inilah maksudnya bahwa Tuhan akan mengirimkan kelaparan akan Firman Tuhan . Itu karena bgs Israel sudah begitu terbiasa dengan Firman Tuhan dan menganggapnya biasa serta mengabaikannya. Akibatnya adalah Tuhan diam dan tidak lagi berbicara. Ketika Tuhan diam, mereka mencari cari Firman Tuhan , mereka lapar akan Firman Tuhan tetapi tidak menemukan lagi Firman Tuhan itu. 

Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Tuhan.” Karena roti alami ini cocok untuk menopang fungsi-fungsi fisik kita, demikian pula roti spiritual sangat diperlukan untuk perpanjangan kehidupan spiritual ini. Karena itu, Firman Tuhan, Alkitab kita merupakan berkat yang sangat besar bagi kita. Jangan sampai kita menjadi hambar dengan Firman Tuhan. Jangan sampai Tuhan tidak lagi bicara kepada kita melalui FirmanNya


Doa 

Ya, Tuhan seringkali kami tidak meneghargai FirmanMu yang demikian melimpah diberikan kepada kami. Akibatnya, kami tidak lagi bisa mendengarkan Tuhan berbicara kepada kami. Semua kotbah-kotbah terasa hambar bagi kami. Tuhan diam dan tidak bicara lagi kepada kami. Kasihanilah kami agar senantiasa menghargai FirmanMu 


Pdt. Yohannis Trisfant 

Kamis, 03 September 2020

Siapkah menghadapi hari Tuhan?

Jumat, 4 September 2020 

Siapkah menghadapi hari Tuhan?

Amos 5:18 (TB) Celakalah mereka yang menginginkan hari TUHAN! Apakah gunanya hari TUHAN itu bagimu? Hari itu kegelapan, bukan terang! 

Apakah itu hari Tuhan? Itu adalah hari penghakiman. Mengapa ada yang menginginkan hari Tuhan ? Mereka yang menginginkan hari Tuhan ini sedang mengejek hari Tuhan. Mereka tidak mempercayainya, dan mereka tidak takut. Mereka merasa diri akan baik-baik saja di hari Tuhan 

Firman Tuhan memperingatkan bahwa hari Tuhan itu adalah kegelapan, bukan terang, sebuah hari penghakiman. Kalau kita tidak siap maka hari Tuhan itu kegelapan buat kita. 

Hari Tuhan atau hari penghakiman itu hanya dapat dihadapi kalau kita sudah percaya kepada Kristus karena Dialah yang telah membenarkan kita dengan kematianNya dan kebangkitanNya. 

Doa 

Tuhan, kami menyadari bahwa apa yang kami lakukan dalam hidup ini masih jauh dari tuntutan Tuhan. Dan suatu hari kami mesti mempertanggungjawabkan hidup kami di dalam penghakiman kelak. Kami membutuhkan anugerahmu untuk menjalani hidup kami dengan baik dari hari ke hari 

Amin 

Johannis Trisfant

Datanglah KerajaanMu 

https://youtu.be/Hudlm9pLNTQ

Datanglah kerajaanMu

Datanglah KerajaanMu

Rabu, 02 September 2020

Mencari yang baik dan jangan yang jahat

Kamis, 3 September 2020


Mencari yang baik dan jangan yang jahat


Amos 5:14-15 (TB) Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup; dengan demikian TUHAN, Allah semesta alam, akan menyertai kamu, seperti yang kamu katakan. 
Bencilah yang jahat dan cintailah yang baik; dan tegakkanlah keadilan di pintu gerbang; mungkin TUHAN, Allah semesta alam, akan mengasihani sisa-sisa keturunan Yusuf. 

Baik dan jahat keduanya ada di dunia; Baik dan jahat bekerja dalam semua jiwa manusia; Kita selalu diperhadapkan kepada pilihan baik dan jahat. Firman Tuhan mengatakan : Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup


Untuk mencari yang baik membutuhkan usaha yang keras, gigih, saleh, dan penuh doa. Jadikanlah sebagai kebiasaan kita untuk mencari yang baik dan bukan yang jahat. Lawanlah kejahatan dan perjuangkanlah kebaikan. Ketika kita mengejar yang baik dan bukan yang jahat, maka tersedia berkat dari Tuhan. 

Mazmur 34:13-18 Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik? (14) Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; (15) jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya! (16) Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong; (17) wajah TUHAN menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi. (18) Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. 


Hanya dengan pertolongan Tuhan, kita akan dimampukan bukan hanya bisa mencari yang baik tetapi menemukan kebaikan itu dan menghidupkan



Doa 

Bapa di sorga, kuasailah hati kami sehingga kami tidak mencari yang jahat, tetapi sebaliknya mengejar yang baik. Tolonglah kami untuk memenuhi tuntuan Tuhan, yakni berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu 

Pdt. Yohannis Trisfant

Selasa, 01 September 2020

Barjalan bersama Allah

Rabu, 2 September 2020 


Barjalan bersama Allah


Amos 3:3-4 (TB) Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji? 

Berjalan bersama-sama dengan seorang Pribadi yang lain adalah berjalan di dalam sebuah kesatuan. Dua orang akan berjalan bersama kalau kedua orang tersebut sudah setuju untuk berjalan bersama. 

Amo 3:3 Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji? 

Berjalan bersama adalah berjalan di dalam satu kesatuan. Ketika Allah dan manusia berjalan bersama, maka Allah dan manusia bergerak bersama sebagai satu unit atau satu kesatuan. Dua kehidupan, yakni kehidupan Allah dan kehidupan manusia , disatukan di dalam satu kehendak yang sama. Mereka disatukan di dalam usaha yang sama, menuju kepada tujuan yang sama. Disatukan di arah yang sama, bergerak ke tujuan yang tertinggi. Orang yang berjalan bersama dengan Allah adalah orang yang menghendaki satu kehendak dengan Allah, bekerja satu pekerjaan dengan Allah , menempuh perjalanan menuju ke satu tujuan dengan Allah . 

Kita yang berjalan bersama Allah sedang berbaris di sepanjang jalan di mana Allah berjalan melaluinya. Kita pergi kemana Allah pergi, kita melakukan apa yang Allah lakukan . Bukan sebaliknya. Kalau kita tidak pergi kemana Allah pergi dan melakukan apa yang Allah tidak kerjakan, maka kita tidak sedang berjalan dengan Allah.

Jangan berjalan menurut arah dunia. Dunia berjalan di jalan yang berdosa, namun kita sebaliknya, dijalan yang kudus. Kita tidak bisa berjalan bersama Allah dan bersama setan . 

D.L. Moody mengatakan : ”Jikakau saya berjalan dengan dunia maka saya tidak dapat berjalan bersama Allah” Semakin berjalan bersama Tuhan, saudara semakin membenci dosa dan berusaha menyingkirkan dosa dari hidup saudara. 

Doa

Tuhan, kami sungguh menyadari bahwa esensi daripada dosa adalah mengambil jalan sendiri. Kami ini tersesat seperti domba, masing-masing mencari jalannya sendiri. Kami mau mengubah jalan kami selaras dengan jalanMu. Tuntunlah kami 

Pdt. Johannis Trisfant

Minggu, 30 Agustus 2020

Menjadi Bijak atau tergelincir

Senin, 31 Agustus 2020 

Menjadi Bijak atau tergelincir


Hosea 14:10 Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ. 


Kita akan bijaksana kalau memahami Firman Tuhan karena Firman Tuhan akan menuntun kita di jalan yang benar.

 Pertimbangan kita sendiri bukanlah resep yang ampuh dan tidak bisa menjadi sebuah aturan. Hanya Firman Tuhan yang dapat menjadi aturan yang akan memimpin kita kepada kebijaksanaan hidup. Oleh karena itu agar kita dapat bijaksana dalam hidup ini, kita mesti berusaha memahami jalan-jalan Tuhan. 

Jalan Tuhan inilah yang paling menyenangkan, paling bersih, paling suci. Namun juga jalan ini menjadi sebuah jalan yang menjatuhkan bagi mereka yang memberontak, karena pemberontak akan tergelincir disitu 


Firman Tuhan yang sangat baik ini dan menjadi berkat bagi yang menaatinya, akan menjadi malapetaka bagi orang yang melanggarnya. Bijak atau tergelincir tergantung dari apakah kita taat atau tidak terhadap Firman Tuhan 

Doa 

Bapa di sorga, berikanlah kepada kami ketaatan kepada FirmanMu, sehingga kami memiliki kebijaksanaan hidup. Seringkali kami tidak bijak karena kami tidak mematuhi Firman Tuhan. Jalan-jalanMu yang lurus kiranya menjadi kesukaan kami untuk menaatinya


Pdt. Johannis Trisfant

Jumat, 28 Agustus 2020

Sabtu, 29 Agustus 2020 Kasih setia yang seperti embun

Sabtu, 29 Agustus 2020 

Kasih setia yang seperti embun


Hos 6:4 Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Efraim? Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Yehuda? Kasih setiamu seperti kabut pagi, dan seperti embun yang hilang pagi-pagi benar. 

Seringkali kita temui dalam kehidupan orang Kristen sebuah kehidupan rohani yang seperti Sprite. Gelembungnya hanya sebentar, dan setelah itu lenyap. Inilah kesetiaan yang seperti embun yang sudah hilang di pagi-pagi benar. Kehidupan orang Kristen seperti ini tidak menghasilkan buah yang sempurna. 
Bahkan hal seperti ini kita bisa temukan di gereja. Pada awalnya kita mungkin begitu semangat beribadah kepada Tuhan, rajin melayani, tetapi itu tidak berlangsung lama. Sekarang apakah kita masih setia ke gereja, masihkah setia membaca Alkitab dan berdoa? Dimana kesetiaan yang dulu? Dahulu kita sangat membenci dosa, tetapi sekarang? Kasih setia kita sudah hilang lenyap seperti embun yang hilang tanpa bekas. 

Bersandarlah kepada Tuhan yang memberi kekuatan kepada yang lemah, dan kepada mereka yang tidak memiliki kekuatan. Kasih setia kita akan tetap bertahan kalau kita bersandar kepada Tuhan 


Doa

Bapa di sorga, kami mengakui bahwa kasih setia kami seperti kabut yang hilang pagi pagi benar. Oleh karena itu kami memohon agar ditopang oleh kasih setiamu sehingga kami dapat setia selama-lamanya. 


Pdt. Yohannis Trisfant

Di Balik Kedok Kesalehan (Kolose 2:23)